![]()
Blog artikel edukasi Islam di atas dan untuk semua golongan.
![]()
Blog artikel edukasi Islam di atas dan untuk semua golongan.

Makna zakat menurut bahasa adalah pertumbuhan (tumbuh dan berkembang), sedangkan secara makna syar’i adalah sebuah kewajiban pada harta tertentu untuk orang-orang tertentu pada waktu-waktu tertentu.
Begitu pentingnya zakat, Islam menjadikan kewajiban ini sebagai rukun dan landasan. Bahkan, Allah ﷻ sering menggandengkan kata “zakat” dengan “shalat” di dalam Al-Quran. Sehingga para ulama bersepakat mengenai wajibnya zakat.
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
Allah menjadikanku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (Maryam: 31)
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama-sama orang yang shalat. (Al-Baqarah: 43)
Secara umum harta yang harus dizakatkan ada 4 jenis:
Pertama, emas dan perak serta seluruh harta benda yang dapat dikiaskan dengan keduanya, termasuk seluruh jenis mata uang.
Kedua, hewan-hewan ternak (unta, sapi, kambing dan sejenisnya).
Ketiga, pertanian seperti kurma, gandum, dan semua yang dapat dikiaskan dengan keduanya, termasuk beras dan jagung.
Keempat, barang tambang.
Selain empat hal di atas, yang tidak terikat dengan benda namun terikat dengan pekerjaannya, tapi ada zakatnya adalah perdagangan.
Orang yang berhak menerima zakat (at-Taubah: 60)
إنما الصدقات للفقراء والمساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفي الرقاب والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل فريضة من الله والله عليم حكيم
NB: Seluruh yang berhak menerima zakat adalah orang (manusia), sehingga tidak ada zakat untuk pembangunan
Kadar upah atau bayaran yang diterima mereka amil zakat menurut Abû Hanîfah pemberian upah amil, jangan sampai melebihi setengah dari dana yang terkumpul. Sementara itu Imam Syafi’i membolehkan pengambilan upah sebesar seperdelapan dari total dana zakat yang terkumpul.
Takaran zakat dinilai dari tingkat kesulitan orang yang berkewajiban zakat.
Sumber: